• Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) An-Nur Pamulang Permai - 1 , Yayasan An-Nur Pamulang Permai (YAPP)-Merajut Ukhuwah, Memakmurkan Rumah-Nya dan Menggapai Ridha-Nya
Sabtu, 18 April 2026

Menyediakan Ruang Untuk Ikhlas

Menyediakan Ruang Untuk Ikhlas
Bagikan

Oleh : Ust. Davy Bya

Sahabat akhiratku.

ADA SEORANG anak yang dikenal rajin ke masjid setiap shalat lima waktu. Suatu Ahad pagi, selepas kajian Shubuh, ia berkata kepada ibunya, “Bu mulai hari ini saya tidak mau lagi ke masjid”. “Loh kenapa?” tanya sang ibu. “Kerana di masjid saya menjumpai orang-orang yang kelihatannya suci tapi sebenarnya tidak. Ada yang sibuk dengan gadgetnya, sementara yang lain ada yang membicarakan keburukan orang lain”. Sang ibu berpikir sejenak lalu berkata, “Baiklah kalau begitu, tapi ada satu syarat yang harus kamu lakukan, setelah itu terserah kamu nak”. “Apa itu?” “Ambillah air segelas, bawa keliling masjid. Ingat jangan sampai ada air yang tumpah”.

Sore harinya, selepas maghrib, si anak membawa segelas air berkeliling masjid dengan hati-hati, hingga tak ada setetes air pun yang jatuh. Setibanya di rumah, sang ibu bertanya, “Bagaimana nak, apakah kamu sudah bawa air itu keliling masjid?” “Sudah bu”. “Apakah ada yang tumpah?” “Tidak”. “Apakah di masjid tadi ada orang yang sibuk dengan gadgetnya?” “Wah saya tidak tahu bu, kerana pandangan saya hanya tertuju pada gelas ini”, jawab si anak. “Apakah di masjid tadi ada orang-orang yang sibuk membicarakan aib orang lain?” tanya sang ibu lagi. “Wah saya tidak dengar bu, kerana saya hanya konsentrasi menjaga air dalam gelas ini”. Sang ibu pun tersenyum, “Begitulah hidup nak, jika kamu fokus pada tujuan hidupmu, kamu tidak akan punya waktu untuk menilai kejelekan orang lain. Jangan sampai kesibukanmu menilai kualitas orang lain membuatmu lupa akan kualitas dirimu”.

Sepenggal dialog ibu dan anak ini dulu sering kubawakan dalam pelatihan di majelis-majelis. Sebagai pengingat diri agar kita tak terjebak ke dalam penyakit hati. Demikian juga bagi mereka yang hidupnya sibuk untuk mempercantik dan memperbagus penampilan. Sigmund Freud berkata, “semakin sempurna penampilan luar seseorang, semakin banyak syaitan yang ada dalam dirinya”. Kerananya dalam hidup ini, kita perlu menyediakan spasi yakni, ruang ikhlas di setiap angan dan harapan, kerana akan ada selalu banyak hal baru yang kita temui dan pelajari. Sebab ikhlas itu tanpa suara, tanpa publikasi, hanya di dalam keheninganlah hati kita sendiri yang sungguh bisa merasakannya.

Betapa seringnya kita terpedaya dalam hidup ini; kerap berbuat jelek tapi merasa sering berbuat baik. Suka zhalim sama orang lain tapi merasa sebagai pribadi yang mulia, faktanya orang yang dungu tapi menyangka dirinya orang yang cerdas, dan pelit untuk berbagi tapi mengira sebagai sosok yang dermawan. Al-Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata, “Orang yang seperti ini lupa kalau ajalnya pendek sementara angan-angannya terlalu panjang”.

SebelumnyaPerlunya Menjadi TeladanSesudahnyaJangan Remehkan Sisa Hidupmu
Tahun Berdiri2000